The Power Transfer

RuangOto.com – Kendaraan yang dilengkapi dengan gardan, fungsinya adalah untuk meneruskan tenaga mesin yang ditransfer melalui transmisi dan propeller shaft ke poros roda. Propeller shaft adalah poros gardan atau istilahnya poros kopel, serta membedakan putaran roda kiri dan kanan pada saat mobil sedang membelok.

Tujuannya juga agar mobil dapat dibelokkan, tanpa mengakibatkan ban menjadi slip. Sebagai berikut, simak penjelasan cara kerja gardan ini..

Saat mobil Anda melaju dalam keadaan lurus, kedua ban roda kiri dan kanan akan berputar pada kecepatan putaran yang sama, serta beban yang ditopang roda kiri dan roda kanan juga sama.

Kronologi cara kerjanya adalah dengan melakukan perpindahan putaran dari as kopel yang akan diteruskan untuk memutar drive pinion.Setelah itu Drive pinion akan memutar ring gear, dan ring gear dengan differential ini secara bersamaan akan berputar. Secara otomatis dengan berputarnya differensial case, pinion gear akan ikut berputar bersama dengan differensial case.Ini dikarenakan differensial case dan pinion gear terhubungkan langsung ke pinion shaft.

Saat mobil melaju dalam keadaan lurus, pinion gear tersebut tidak berputar. Peran dari pinion gear dalam sistem mekanisme bekerja gardan ini, hanya mendorong side gear untuk memutar differensial case pada kecepatan putaran yang sama. Putaran dari differensial case ini hanya satu kali, maka side gear juga berputar satu kali secara terus menerus dalam keadaan mobil berjalan lurus. Setelah itu sidegear akan memutar as roda dan secara otomatis menggerakan roda juga.

Di saat posisi kendaraan sedang membelok, beban yang ditanggung pada roda bagian dalam akan lebih besar dibandingkan roda bagian luar.Dan saat posisi sebuah mobil sedang belok ke kiri, secara otomatis beban pada roda kiri akan lebih besar dibandingkan roda kanan. Maka dengan demikian urutan transisi alur dari pemindahan tenaganya sebagai berikut, drive pinion pada bagian gardan tersebut akan memutar as kopel, lalu baru ring gear akan diputar oleh drive pinion.

Meskipun demikian agar umur pemakaian differential tersebut bisa lebih panjang, perhatikan cara perawatannya sebagai berikut:

  1. Rear axle housing. Fungsi dari bagian tersebut adalah sebagai tumpuan berat muatan mobil, dikarenakan letaknya dibagian roda belakang. Khususnya pada kendaraan komersial seperti truk dan bus, kerap kali saat membawa muatan berlebih,bagian tersebut mudah bengkok. Efek dari rusaknya rear axle housing dapat merusak gigi gardan dan as roda.Jadi sebaiknya saat mengangkut muatan berlebih, sebaiknya perhatikan kondisi per belakang.
    Gasket. Perhatikan selalu bagian gasket ini, untuk mencegah terjadinya kebocoran oli gardan.Kebocoran yang terjadi pada bagian ini dapat mengakibatkan pelumasan pada gigi gardan tidak dapat beroperasi secara optimal.
    Differential carrier. Agar umur pemakaian gigi differential carrier ini bisa lebih panjang, sebaiknya lakukan penyetelan ulang pada bagian gigi ini, dan diberikan pelumas yang kental dan berkualitas. Dengan melakukan pelumasan yang maksimal pada bagian tersebut, dapat mencegah timbulnya bunyi.
    Differential ring gear dan drive pinion gear kit. Untuk memastikan apakah pada bagian tersebut bermasalah atau tidak.Saat kendaraan Anda di jalankan pada kecepatan 80 kilometer/jam,perhatikan kalau gigi gardan rusak, maka pada setiap menambah dan mengurangi kecepatan ada bunyi. Namun bunyi juga dapat diakibatkan oleh rusaknya bearing roda dan permukaan ban. Solusinya adalah melakukan penyetelan ulang pada bagian tersebut dan menggantinya dengan pelumas gemuk yang baru.
    Apa indikasi Gardan mobil bermasalah?
    Indikasi dari gardan mobil yang bermasalah, timbulnya suara mendengung dari gardan saat mobil Anda melaju. Suara tersebut di akibatkan oleh komponen di dalamnya sudah aus atau olinya sudah berkurang atau habis, yang menyebabkan gesekan di dalam sistem mekanisme gardan ini meningkat. Disarankan oli gardan ini diganti setiap kelipatan 10 ribu kilometer.

Tinggalkan Balasan