RuangOto.com – Tiga bulan terakhir ini selama masa Pandemic Covid-19 dapat mengalami perubahan yang cukup dramatis yaitu tidak pada sales, spare part tetapi juga pada marine. Hal ini membuat cukup banyak perubahan mekanisme dalam menghadapi masa pandemic, mulai dari cara kerja hingga untuk menghadapi konsumen.

Diantaranya :

1. Suzuki Hygiene Commitment :

. Sesuai dengan protokol dari pemerintah

. Meminimalkan interaksi dengan konsumen

. Memberikan desinfektan pada kabin kendaraan, membersihkan AC mobil

2. Improvemnet On Service activity

  • Menambahkan masa garansi mencapai 90 hari
  • Memperpanjang Free Service selama 60 hari dari masa berlaku
  • Home service untuk perawatan berkala di 1.000km kelipatan 10.000km – 20.000km. Sedangkan yang diatas itu harus datang ke bengkel karena membutuhkan peralatan lebih lengkap dan faktor safety.
  • Pick up service ditujukan pada perawatan berkala 30.000km dan 40.000km
  • SERA – Suzuki Emergency Roadside Assistant bersama Halo Suzuki tetap beroperasi 24 jam seperti biasanya. Sehingga jika konsumen mengalami kendala dijalan atau di rumah, kami tetap beroperasi seperti biasanya.

3. Selama pandemic, ada hal menarik yang terjadi seperti telah dijelas diawal. Perubahan dari konsumen yang datang ke bengkel menjadi Home Service. Home Service pada Januari hingga Maret tidak terlalu mengalami perubahan yang signifikan hanya beberapa saja. Tetapi memasuki bulan April hingga Mei telah terjadi peningkatan cukup tinggi pada penggunaan Home Suzuki. Hal ini kami peroleh data dari Halo Suzuki.

Tetapi jika berada di zona merah, kami tidak bisa dilakukan. Walau konsumen telah meminta sehingga kami menerapkan pick up service agar dapat menjemput mobil yang akan di service.

Home Service tidak hanya dilakukan oleh konsumen passenger tetapi juga pada konsumen komersial. Walau alasan yang berbeda karena tidak memiliki waktu untuk datang ke bengkel secara langsung.

  1. Dampak pada Unit Entry at workshop:
    Dampak pandemic juga dirasakan, Penurunan terjadi seperti 10 tahun lalu yang dimulai dari Februari hingga Maret. April – Mei menjadi masa stagnan karena masyarakat tidak bisa keluar rumah yang menyesuaikan peraturan pemerintah. Memasuki bulan Juni, konsumen mulai hadir dan kami juga mulai jalan kembali. kami merasa mulai ada perubahan semoga bulan selanjutnya terjadi peningkatan kembali. Saat ini kami telah berada dijalur yang tepat utuk mengembalikan performa seperti sebelumnya.
  2. Fokus pada quality report:
    Selama tiga bulan (maret – mei), sebenarnya apa yang kami lakukan? Pada service kami tidak hanya melihat dari sudut pandang pelayanan konsumen atau meningkatkan costumer service saja tetapi juga memiliki target seperti quality report dan lainnya. Handling quality report banyak kami lakukan selama April hingga Mei.

Lalu apakah Quality Report tersebut, merupakan masalah yang dilaporkan dealer, konsumen hingga pengamatan yang kami lakukan secara langsung terhadap unit – unit mobil. Kami memiliki sistem yang terkoneksi sehingga jika ada data yang masuk sehingga dapat kami cek langsung di kantor pusat. Dari problem tersebut kami dapat melakukan perbagai hal sesuai dengan standar seperti jam, hari dan minggu untuk melakukan improvement. Ni ia ko

Masukan – masukan ini menjadi untuk improvement dalam meningkatkan produk selanjutnya. Kami mengetahui setiap lokasi memiliki karakter tersendiri dan begitu juga pada konsumen.

Pihak workshop menjadi fokus pada report untuk meningkatkan kualitas pada selanjutnya. Kami melakukan improve handling sebanyak 300% pada Maret, April dan Mei.

Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor

Sesuai dengan perbandingan tahun 2019, sebenarnya penjualan pada Januari – Maret tidak terlalu berubah. Namun memasuki masa Pandemik penjualan langsung turun (38% di April – 36% di april). Penjualan terendah terjadi pada Mei, namun memasuki Juni telah mendekati 91,6 %

Jika di brake down, penjualan terbesar disumbangkan oleh penjualan spare part motor terjadi pada bulan juni sehingga dapat menyamaik dengan tahun lalu. Penjualan terbanyak pada produk pelumas motor. Kenapa pelumas motor? Mungkin karena bagi kosumen motor lebih mudah karena dapat melakukan penggantian sendiri.

Berkat MySuzuki, menjadi alternative penjualan selama masa pandemic. MySuzuki memang ditujukan untuk konsumen yang mencari spare part yang cukup sulit dicari. Istilah komponen fast moving akan mudah didapat di dealer – dealer kami, dengan MySuzuki dapat memudahkan konsumen untuk mencari komponen slow moving sesuai dengan harapan kami sejak awal.

Penjualan dengan MySuzuki sangat membantu dalam penjualan, terbukti dengan di bulan Juni penjualan kembali normal.

Penjualan pelumas cukup mengcover baik untuk roda dua maupun roda empat. Ecstar yang kami luncurkan pada bulan Februari lalu yakni Ecstar 5W-30SN dan 10W-40SL yang telah dapat diperoleh sesuai dengan jaringan kami.

Tanya Jawab :

1. Selama PSBB bengkel tutup, untuk mengatasi penumpukan konsumen yang akan melakukan service:

Memang ada waktu yang membuat seluruh bengkel tutup, hal ini tentu ada penumpukan. Tentu saja kami di PT SIS juga stress menghadapi hal ini. Untuk mengatasi hal ini kami menyediakan home service dan pick up service. Selain itu juga ada dealer yang bersedia membuka dalam waktu lebih panjang. Bahkan bengkel yang biasanya buka hanya setengah hari pada hari minggu, akhirnya beroperasi secara penuh. Namun yang balik mudah adalah dengan booking online, jadi konsumen dapat membuat janji terlebih dahulu dan kami dapat menyiapkan sgala hal. (Rieky Patrayudha – 4W, 2W & Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales)

2. cadangan spare part fast & slow moving:

Kami cukup beruntung, karena telah menyiapkan stock sejak awal tahun – januari untuk menghadapi Mudik Lebaran. Istilahnya kami kebanjiran stock, memasuki bulan Juni penjualan mulai dapat menyalurkan stock. Saat pandemic, memang beberapa Negara mengalami lock down sehingga sulit untuk mendapatkan stock. Bahkan juga terdesak kami harus mengirimkan melalui pesawat. Atau meminta bantuan dari Tim pak Reiky untuk memprioritaskan konsumen. (Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor)

After sales menjadi Back Bone pada saat Pandemik:
A. Betul sekali, after sales menjadi back bone dalam mengatasi masa pandemic, seperti hal nya yang dirasakan oleh seluruh APM. Mayoritas fokus pada after sales untuk mengcover dari operasional dari dealer.(Rieky Patrayudha – 4W, 2W & Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales)

B. Selama masa pandemic atau krisis, spare part tidak mengalami kendala penjualan karena saat tidak bisa membeli unit baru tentu saja memilih memperbaiki dengan membeli spare part baru. (Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor)

3. Apakah ada promo untuk Spare part selama pandemic:

Mohon maaf, untuk saat ini belum ada promo untuk pembelian spare part (Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor)Kenapa spare part sulit untuk mendapatkannya:
memang cukup banyak dealer kami yang tutup sehingga kami mengusahakan spare part dengan berbagai cara agar konsumen kami (khususnya roda 2) dapat dengan mudah mendapatkan spare part dengan mudah. Salah satunya melalui aplikasi MYSuzuki, kedepannya kami juga akan memasukan dealer roda 4 masuk dalam MySuzuki. Kami juga melakan review agar setiap dealer wajib menyetock 100 item. Spare part ini yang biasa dicari oleh konsumen (Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor)

4. Batasan usia kendaraan untuk membeli spare part yang dapat dibeli di MySuzuki:

Tidak ada batasan usia kendaraan dalam pembelian spare part, selama masih kita kelola kecuali telah discontinue. Jika telah discontinue maka batasannya adalah 10 tahun maka kami wajib mem back up. (Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor)

5. Apakah Suzuki menyediakan second garde untuk spare part:

Sebelum kami launching spare part, kami telah melakukan survey terlebih dahulu. Tidak boleh paling mahal, jadi jika ada konotasi spare part mahal maka harus mengecek melalui website kami.terkdang ini adalah permainan dari oknum tertentu. Untuk spare part second grade sebenarnya kami juga memiliki tetapi saat ini lebih ditujukan pada kendaraan komersial seperti angkot. Namun tentunya tidak menutup kemungkinan untuk second grade bagi roda dua. Tapi yang pasti jika diandingkan antara geuine vs geuine pasti harga kami tidak lebih mahal. (Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor

6. Berapa banyak konsumen komersial yang melakukan HS hingga bulan Juni ini dan spare part apa saja yang paling diminati:

Kami belum dapat memiliki data secara lengkap untuk yang menggunakan home service. Tetapi yang pasti unit entry pada tahun ini lebih banyak kendaraan komersial. Berbeda dengan tahun lalu yang lebih banyak passenger car.
Untuk spare part yang paling dicari tentunya produk fast moving mencapai 60% – 70% seperti pelumas brake pad, clutch set dan lainnya. (Rieky Patrayudha – 4W, 2W & Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales).

Kecepatan ini terjadi karena kami meminta dealer untuk fokus pada konsumen. Kami tentunya ingin New Carry, Ertiga dan XL7 merupakan produk andalan kami. Istilahnya kami tidak ingin berdiam diri, Saat konsumen belum masuk maka kami fokus pada teknikal. (Rieky Patrayudha – 4W, 2W & Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales)

Statement :
Covid 19 membuat cara kerja kami berubah, banyak hal yang kami peroleh untuk meningkatkan kinerja kami. Semoga kami dapat lebih baik lagi untuk masa selanjutnya, (Rieky Patrayudha – 4W, 2W & Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales)

JIka mendapatkan kendala atau info harga yang mahal untuk spare part, mohon di cross cek melalui website resmi Suzuki untuk perbandingan. Jika ada yang lebih mahal, mohon dilaporkan ke kami agar dapat kami follow up. (Christina Yuwantie, Spareparts Departement Head PT Suzuki Indomobil Motor)

Tinggalkan Balasan