RuangOto.com – Banyak macam jenis servis mobil, salah satunya adalah tuneup. Tune up adalah salah satu servis ringan dari perawatan kendaraan, yang mencakup pemeriksaan, penyetelan, ganti komponen, dan perawatan mesin. Sebenarnya tune up mesin, mencakup servis mesin saja tidak termasuk chasis, pemindahan tenaga, dan kelistrikan bodi.

Meskipun hanya tuneup, banyak sekali komponen di dalam mesin yang harus disetel, mengingat masing – masing komponen di dalam mesin tersebut saling berkaitan, sehingga tune-up sebaiknya dikerjakan urut agar tidak mengulang perkerjaan yang tidak perlu. Karena mengulang perkerjaan yang tidak perlu berarti pemborosan tenaga, waktu dan biaya. Maka berdasarkan hal tersebut agar tune up mesin anda dapat dilakukan semaksimal dan seefisien mungkin, kami uraikan tips tune-up mesin anda yang efisien agar juga mesin anda selalu dalam keadaan prima dan performa mesin selalu maksimal.

1) Memeriksa air radiator. Sebelum tune-up dimulai, periksa dahulu air radiatornya.
Buka tutup air radiator dengan cara diputar, kemudian lihat air radiatornya dari lubang pengisian air. Jika jumlah air radiatornya kurang, tambahkan secukupnya dengan air bersih atau lebih baik lagi dengan radiator coolant untuk mencegah karat.
Kadar volume air radiator dikatakan cukup bila mencapai batas bawah leher tutup radiator. Disarankan untuk tidak menghidupkan mesin dalam keadaan air radiator kurang, karena mesin akan menjadi sangat panas yang dapat mengakibatkan mesin menjadi rusak. Waktu memeriksa air radiator, periksa kualitas airnya atau radiator coolantnya, dan periksa juga apakah tutup radiatornya masih baik atau sudah rusak. Bila tutup radiator sudah rusak disarankan untuk diganti karena akan mempengaruhi tekanan didalam radiator yang menjadi kurang stabil dan juga air menjadi kurang karena perlahan – lahan akan keluar dari lubang radiator. Dan juga jika air radiatornya sudah kotor sekali, maka sebaiknya diganti dengan yang baru. Jika tercampur dengan minyak, berarti terjadi kebocoran oli di dalam mesin yang menuju sistem pendinginan air, maka perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya kebocoran air pendigin dengan melihat ada tidaknya rembesan air di luar radiator.
Alat yang dipakai untuk tes kebocoran. Kami sarankan untuk mengecek kebocoran di Radiator, anda dapat juga memakai radiator pressure tester, alat ini gunanya untuk mengecek tekanan di radiator anda, bila tekanan di pressure tester menunjukkan pada level yang rendah maka kemungkinan besar ada kebocoran di radiator mobil anda. Maka wajib diperbaiki secepat mungkin bila tidak mesin akan menjadi panas.

2) Memeriksa Oli mesin. Setelah anda memeriksa air radiator, tahap berikutnya adalah memeriksa kondisi oli mesin. Jika oli mesin diperiksa setelah tune-up selesai, hasil tune-up tidak akan maksimal karena kondisi oli berpengaruh terhadap suhu kerja mesin. Selain itu oli mesin yang kotor atau berkualitas rendah dapat mengakibatkan bunyi mesin menjadi kasar. Dan ini juga akan berpengaruh pada saat putaran mesin saat statsioner dan idel. Idealnya volume oli harus memenuhi batas minimal yang ditentukan. Untuk mengecheck ketinggian oli mesin gunakan dipstick yang biasanya letaknya dibelakang mesin atau di depan mesin. Volume oli yang ideal adalah tidak melebihi batas upper level, disarankan pas di garis upper level, dan bila mendekati garis lower level berarti volume oli kurang atau terjadi kebocoran di salah satu bagian mesin mobil anda.

3) Check filter udara. Setelah memeriksa oli mesin, tahap berikutnya adalah memeriksa kondisi filter udara di mesin anda. Bila kondisi filter udara masih belum terlalu kotor anda dapat membersihkannya dengan compressor angin, tapi bila sudah terlalu kotor disarankan untuk diganti. Filter udara berpengaruh terhadap komponen lain jika diservis belakangan dapat berdampak pada pembentukan campuran udara dan bensin di saluran pada intake manifold, yang dapat mengurangi performa mesin anda.

4) Check saringan bensin. Setelah memeriksa filter udara, oli mesin, dan air radiator, jangan langsung menghidupkan mesin. Periksa dulu kondisi filter bensin anda yang biasanya letaknya di bahwa tangki bensin belakang. Bila filter bensin anda sudah kotor sekali, disarankan untuk diganti, karena saringan bensin yang kotor dapat menyebabkan penumpukan deposit di dalam ruang pembakaran dan di dalam tangki bensin. Ini dapat menyebabkan mesin mobil anda mati seketika atau tersendat – sendat karena aliran bensin dari tangki bensin ke sistem pembakaran mesin terhambat oleh kotoran yang menumpuk di filter bensin mobil anda.

5) Periksa ketegangan tali kipas. Dalam tahap proses tuneup mesin, tali kipas juga harus disetel. Cara untuk mengetahui kekecangan tali kipas, tekan tali kipas dengan tangan bila terlalu kencang, maka kendurkan baut alternator lalu rasakan kembali kekencangan tali kipas dengan tangan bila sudah pas kencangkan kembali baut di alternator. Kekencangan tali kipas berpengaruh terhadap pendiginan dan putaran alternator.Jika tali kipas kendor, putaran mesin tidak bisa memutar kipas pendingin dengan baik karena selip. Akibatnya, pendinginan oleh kipas tidak sesuai dengan putaran mesin sehingga mesin menjadi panas. Selain itu, putaran kipas alternator juga tidak bisa berkerja dengan maksimal yang berdampak pengisian listrik ke baterai menjadi kurang baik.

6) Cek kompresi dan cek busi. Busi sebaiknya diperiksa setelah pengukuran tekanan kompresi atau sebelum penyetelan celah katup. Alasannya, pada pengukuran tekanan kompresi dan juga penyetelan celah katup busi dalam keadaan tidak terpasang bisa menghasilkan efisiensi kerja optimal. Pada waktu pengukuran kompresi busi harus dilepas karena lubang busi digunakan untuk mengukur alat tekanan kompresi, dan ini juga akan membuat putaran mesin menjadi lebih ringan untuk diputar pada saat poros engkol diputar ke posisi top atau nol.
Setelah tekanan kompresi selesai dicek, baru cek kondisi busi. Bagian busi yang harus diperiksa adalah elektrodanya, yang meliputi kebersihan dan celah elektrodanya. Bila elektrodannya kotor harus dibersihkan dengan ampelas besi karena ini dapat mengurangi sistem pengapian mesin anda. Karena itu disarankan untuk disetel celahnya dengan alat pengukur celah busi dengan ukuran 0.80, bila celah busi terlalu renggang dan kotor berdampak pada terhalangnya jalan loncatan bunga api listrik. Tetapi menurut narasumber pakar tuneup mobil Honda, Dihon, untuk ukuran celah busi mobil Honda seperti CRV, ukuran celah businya 0.85-1.15.

Pada elektroda busi perhatikan hal- hal sebagai berikut:
 Jika terdapat lingkaran berwarna agak biru antara elektroda tengah dengan insulatornya, berarti tipe busi yang ideal untuk digunakan di mesin anda.
 Jika insulatornya agak hitam dan elektrodannya berwarna biru, berarti busi terlalu dingin.
 Jika insulatornya berwarna putih dan terjadi erosi pada elektrodannya, berarti busi terlalu panas.

7) Menyetel celah katup. Langkah berikutnaya setelah pengecekan busi adalah menyetel celah katup. Selama penyetelan celah katup, busi tidak perlu dipasang di lubangnya, hingga penyetelan katup selesai.
Tahap penyetelan katup:
 Tahap pertama yang harus diperhatikan sebelum penyetelan celah katup mesin mobil anda, adalah perhatikan bahwa mesin harus dalam keadaan dingin. Karena pada saat mesin panas anda tidak dapat bersentuhan dengan mesin anda dan ini akan mempengaruhi effisiensi dan cara kerja terhadap penyetelan katup mesin anda. Karena penyetelan katup adalah suatu pekerjaan dengan feeling yang anda harus benar – benar dirasakan dengan tangan anda sendiri saat katup mesin anda disetel agar hasil penyetelan katup dapat dicapai semaksimal mungkin.
 Langkah kedua setelah mesin anda dingin adalah putar poros engkol, untuk membuat piston berada di posisi top kompresi masing- masing silinder. Caranya putar puli sesuai dengan banyaknya silinder sampai mendapatkan posisi piston pada top silinder, 1,2,3,4 dan seterusnya. Saat posisi top kompresi, kedua katup IN DAN EX harus dalam keadaan menutup rapat, sehingga bisa disetel celahnya. Perlu diperhatikan bahwa penyetelan katup tergantung pada derajat camshaft, derajat buka tutup katup, serta juga derajat overlap dan lifter itu sendiri. Karena ini akan mempengaruhi kinerja kesuluruhan dari mesin mobil anda.

Menurut dari narasumber pakar tune-up kami yaitu Pak Dihon yang berlokasi bengkelnya di Bintaro, bahwa penyetelan derajat katup ditentukan juga oleh derajat direct rocker arm yang dikerjakan oleh camshaft dan juga karakter dasar dari mesin itu sendiri. Contohnya, seperti pada mobil Honda CRV tahun 2000 ( mesin b20b) harus disetel dengan kerengangan 0.08 inci untuk klep masuk, dan utk klep buang 0.1. Ada sistem kerja direct cam tapi rocker armnya duduk di suling atau tempat dudukan rocker arm dengan ratio bermacam-macam. Seperti yang disebutkan Pak Dihon, ada yang rationya 1/1.02, 1/1.4, dan ada juga 1/1.6, semakin tinggi rationya semakin rendah gap antara rocker arm dan batang valve, yang berdampak pada kecepatan buka –tutup katup mesin anda.
 Langlah berikutnya anda menyetel celah katup dengan feeler gauge . Untuk katup IN anda menyetal celah katup dengan feeler gauge ukuran 0.20, bila anda sudah memasukkan feeler gauge tersebut ke dalam katup dan masih renggang maka kendurkan baut klep dan kencangkan kembali setelah itu. Dan rasakan kembali apakah masih rengang atau tidak. Dan untuk katup yang EX memakai metode penyetelan yang sama seperti katup IN hanya ukuran feeler gauge untuk penyetelannya memakai ukuran O.30.
 Setelah anda selesai menyetel katup mobil anda, tahap terakhir yang mutlak untuk dilakukan dalam proses tuneup adalah perikasa gas buang Co dengan engine gas analyzer. Ukuran Co yang ideal adalah 0.8 –1.5 untuk mesin injection dan 1.5 –2.5 utk karburator.
 Pada waktu anda menyetel gas buang Co mesin mobil anda, periksa juga putaran rpm mesin mobil anda, ukuran putaran rpm mesin yang ideal adalah antara 750 rpm – 850 rpm pada saat mobil keadaan stasitioner. Penyetelan rpm dapat dilakukan melalui sistem kerja carburetor atau injection mobil anda.

Penyetelan celah katup tanpa busi akan memperoleh keuntungan sebagai berikut:
 Mesin akan lebih ringan diputar saat mencari posisi top kompresi masing – masing silinder.
 Mempermudah dalam memeriksa posisi piston apakah sudah mencapai titik puncaknya atau belum.
 Lebih aman karena mesin tidak mungkin berputar tanpa busi.

8) Check air Accu. Salah satu dari tahap proses terakhir tuneup yang baik adalah untuk selalu memeriksa kondisi air accu mobil anda. Air accu harus selalu cukup, bila air accu agak kurang dapat berakibat reaksi pada air accu tidak sehingga arus listrik di dalam accu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik pada mobil anda.
Maka periksa ketinggian air accu mobil anda, jika air accu kurang tambahkan secukupnya, ketinggian air accu pada prinsipnya adalah merendam seluruh sel-sel accu sekurang-kurangnya 1 cm di atas sel-sel accu tersebut. Namun yang juga perlu diperhatikan untuk selalu menjaga kondisi Accu mobil anda dalam kondisi yang selalu prima, adalah kutub-kutub accu juga harus selalu dibersihkan dan tidak boleh kotor oleh jamur atau sejenisnya, karena ini dapat menghambat aliran listrik di accu mobil anda.
Disarankan untuk jamur pada kutub- kutub accu bisa dibersihkan dengan air hangat, sedangkan karat yang mengotori kutub –kutub acc juga harus dibersihkan dengan ampelas. Juga yang perlu diperhatikan adalah klem atau penjepit kabel accu dengan kutubnya. Sering kali klem tersebut mudah kendor, jika klem tersebut kendor maka mesin akan mati karena busi tidak meloncatkan bunga api. Untuk merawat klem agar tetap dapat berfungsi baik, keraskan baut pengikatnya dan gunakan klem yang berkualitas baik. Kutub-kutub accu yang kotor dapat menyebabkan tahanan di accu mobil anda menjadi sangat besar yang dapat mengurangi arus listrik di accu mobil anda sehingga tenaga mesin menjadi berkurang, bahkan mesin tak bisa dihidupkan atau susah untuk dihidupkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *