RuangOto.com – Royal Rider Indonesia (RoRI) menetapkan delapan program prioritas untuk 100 hari pertama kepengurusan periode 2026–2028. Keputusan itu menjadi salah satu hasil utama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I RoRI 2026 yang digelar di Sekretariat Pusat RoRI, Jakarta, Sabtu (5/9).
Rakernas menjadi kick-off kepengurusan baru sekaligus momentum konsolidasi nasional untuk menyatukan pemahaman, arah, dan langkah Pengurus Pusat, Chapter, serta Sub-Chapter. Mengusung semangat “Forever Solidarity”, RoRI menegaskan bahwa pembenahan organisasi tidak dimaksudkan untuk meninggalkan legacy satu dekade sebelumnya, melainkan memperkuat fondasi agar persaudaraan tetap terjaga ketika organisasi terus berkembang.
“Yang sudah baik kita lanjutkan, yang belum rapi kita rapikan, yang belum selesai kita tuntaskan, dan yang perlu diperbarui kita perbarui. Target 100 hari pertama adalah rapikan fondasi dan mulai bergerak.” — Ambar Widodo, Presiden RoRI 2026–2028
Ambar menekankan bahwa komunitas yang semakin besar membutuhkan sistem yang semakin baik: data yang benar, administrasi yang tertib, tata kelola keuangan yang transparan, komunikasi yang sehat, serta aturan yang mampu menjaga rasa adil kepada seluruh anggota.
Delapan Program 100 Hari
Program “Rapikan Fondasi, Mulai Bergerak” mencakup:
1. Pembenahan organisasi dan administrasi
2. Validasi database anggota nasional
3. Tata kelola dan tpransparansi keuangan
4. Standardisasi atribut dan patch
5. National Activity Calendar
6. Digitalisasi RoRI
7. Renewal dan pembentukan Pokja ART
8. Konsolidasi Chapter dan Sub-Chapter
Setiap program diarahkan memiliki target, penanggung jawab, tenggat waktu, progres, dan output yang dapat dievaluasi. Dengan cara itu, Program 100 Hari tidak berhenti sebagai daftar agenda, tetapi menjadi ukuran awal kinerja kepengurusan RoRI 2026–2028.
Satu Data, Satu Arah Kegiatan Nasional
Salah satu fondasi utama yang disiapkan adalah One RoRI Database, yaitu satu basis data anggota nasional yang valid untuk mendukung membership, administrasi, komunikasi, kegiatan, hingga pengembangan digital organisasi. Tahap awal digitalisasi juga mencakup integrasi administrasi, membership, kalender kegiatan, dan komunikasi.
Dengan 17 Chapter dan 24 Sub-Chapter, RoRI juga akan memperkuat koordinasi pusat dan daerah melalui National Activity Calendar. Agenda Pengurus Pusat, Chapter, dan Sub-Chapter akan diselaraskan untuk mengurangi benturan jadwal sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi antarwilayah.
“PP memberikan arah dan koordinasi nasional. Marshal memimpin Chapter dan Deputy Marshal mengembangkan Sub-Chapter. Kita ingin daerah tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan berinovasi, tetapi semuanya bergerak dalam satu arah besar RoRI.”
Renewal dan Jalan Menuju One Member, One Vote
Kepengurusan 2026–2028 membawa pendekatan Renewal. Renewal tidak dimaknai sebagai mengganti identitas RoRI atau meninggalkan legacy yang telah dibangun, tetapi menjaga yang sudah baik, memperbaiki yang perlu, dan mempersiapkan organisasi menghadapi masa depan. Prinsip kepengurusan diarahkan pada kepatuhan terhadap AD/ART, keadilan kepada seluruh anggota, tertib administrasi, transparansi keuangan, komunikasi terbuka, serta persaudaraan sebagai fondasi organisasi.
RoRI juga akan membentuk Pokja ART untuk mengkaji penyempurnaan aturan organisasi melalui proses review, penyerapan aspirasi, penyusunan perbaikan, konsultasi, hingga rekomendasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari roadmap jangka panjang menuju konsep One Member, One Vote atau Satu Member, Satu Suara. Validitas database, kejelasan membership, kesiapan sistem digital, dan dukungan ART diposisikan sebagai fondasi sebelum konsep tersebut dapat diwujudkan.
100 Hari Rapikan Fondasi, 2 Tahun Tinggalkan Legacy
RoRI menetapkan roadmap sederhana: 100 Hari Rapikan Fondasi; 1 Tahun Kuatkan Sistem; 2 Tahun Tinggalkan Legacy. Legacy yang dituju bukan sekadar banyaknya event, melainkan organisasi yang lebih tertib, memiliki data valid, keuangan transparan, sistem modern, aturan relevan, daerah yang kuat, demokrasi yang lebih partisipatif, serta persaudaraan yang semakin solid.
“Saya tidak ingin Rakernas ini selesai hanya dengan foto bersama dan dokumen program kerja. Seratus hari dari hari ini, kita harus bisa melihat apa yang benar-benar sudah kita selesaikan.” — Ambar Widodo
Forever Solidarity
Rangkaian Rakernas I RoRI 2026 juga mencakup peresmian Sekretariat Pusat, penyampaian LPJ dan serah terima kepengurusan 2024–2026 kepada kepengurusan 2026–2028, penataran Panca Bahagia oleh Founder RoRI, sosialisasi AD/ART, sinkronisasi program kerja, penyusunan kalender kegiatan nasional, hingga penyematan pin dan penyerahan SK Marshal/Deputy Marshal.
Namun bagi RoRI, Rakernas bukan sekadar pergantian kepengurusan atau penyusunan program. Perjalanan satu dekade RoRI dibangun oleh hubungan antarmanusia, rasa memiliki, kebersamaan, dan solidaritas yang tumbuh sepanjang perjalanan. Karena itu, Forever Solidarity tetap menjadi nilai yang menyatukan pembenahan sistem dengan jiwa komunitas.
MENJAGA RUMAH YANG SAMA. MELANJUTKAN YANG SUDAH BAIK. MEMPERKUAT YANG PERLU DIPERKUAT. MEMPERBARUI YANG HARUS DIPERBARUI.
RAKERNAS I RORI 2026 TELAH SELESAI. KINI SAATNYA BERGERAK.







