RuangOto.com – Kona elektrik sekilas tampilan keseluruhannya mirip seperti varian yang menggunakan mesin bensin. Namun perbedaan utamanya salah satunya terletak pada desain grill depan yang tertutup, dimana tipe mesin bensin bentuknya terbuka. Serta bentuk lampu depan dan bentuk bumper depan, juga belakang, dirancang lebih aerodinamis. Tujuannya untuk mengurangi daya hambatan, pastinya untuk lebih meningkatkan efisiensi penggunaan baterai listrik dan kestabilan mobil tersebut. Untuk bagian belakang dan tampak samping, nyaris tak terlihat bedanya dari tipe bensin 2.0.

Kona listrik ini diusung oleh motor listrik berkapasitas 39.2 kwh. Tenaga yang dihasilkannya dapat mencapai hingga 136 tenaga kuda, dengan dorongan torsi yang cukup besar, yaitu 395 newton meter. Perkawinan dengan transmisi single speed, dorongan akselerasinya sangat kuat, bahkan saat start awal, saat gas di injak penuh, suara mendecit dari roda depan terdengar. Ini dikarenakan penyaluran tenaga dari motor listrik yang instan, tidak ada proses terjadinya pembakaran hingga tenaga tersalurkan ke roda, seperti pada semua mesin yang menggunakan bahan bakar. Meskipun uji akselerasi belum dapat dilakukan, namun Hyundai mengklaim waktu yang dibutuhkan dari 0 hingga 100 km/jm hanya 9.7 detik. Untuk kecepatan maksimum dibatasi hingga 170 km/jm.

Kona Listrik juga dilengkapi mode berkendara, eco, normal dan sport. Bahkan saat pemilihan mode yang pertama digunakan, performanya tetap terasa menggugah untuk sebuah mobil listrik. Meskipun tak dapat dipungkiri , saat mode sport diaktifkan, performa terasa lebih kuat dari mulai putaran bawah hingga atas. Dengan performa yang sangat baik ini, pabrikan tersebut mengklaim, 1 kwh dapat menempuh hingga 10-11 km. Dan hitungan untuk mengisi 1 kwh tak sampai 2000 rupiah.
Kualitas pengendalian dan kenyamanan bekendara terasa jauh lebih baik dibandingkan Kona 2.0 bensin . Meskipun kedua varian tersebut menggunakan Machpherson pada suspensi depan, tetapi Kona listrik diusung oleh jenis suspensi belakang yang lebih baik, yaitu Multi link. Hasilnya bantingannya terasa lebih dewasa dan empuk. Tapi nyaris tidak merasakan gejala limbung saat menikung di kecepatan yang cukup tinggi. Bobot putaran setirnya juga terasa mantap dan komunikatif. Disertai kehalusan berkendara mobil listrik yang sangat baik, nyaris tak terdengar suara dari luar. Kecuali sedikit terdengar suara putaran dari roda.

Material kabin yang digunakan juga terasa sangat berkualitas dan posisi duduknya pun juga ergonomis. Tombol – tombol disekitarnya juga sangat mudah untuk dioperasikan. Untuk tipe Kona Listrik juga dilengkapi dengan pendingin dan penghangat tempat duduk depan. Jadi saat masuk ke dalam kabin dari kondisi udara yang panas dari luar, sang pengemudi dan penumpang depan dapat langsung menyejukkan badannya dengan menyetel melalui suhu temperatur tempat duduk. Untuk ruang kaki didepan terasa cukup lapang, tetapi di bagian belakang ruang kaki agak sempit, ini disebabkan peletakkan baterai listrik dibawah dek chasis mobil tersebut, yang sedikit menyita kelapangan kabin belakang.

Bagasinya berkapasitas 332 liter, dan saat jok baris kedua dilipat, kapasitas bertambah hingga 1.114 liter.
Memang bagi sebuah listrik yang harganya hampir 700 juta, tidak terbilang murah. Namun jika dibandingkan oleh rivalnya seperti Tesla yang dijual harga atas 1 milliar. Melihat dari segi kepraktisan, performa dan kenyamanan yang ditawarkan, value for money Kona Listrik ini patut dipertimbangkan.

Harga Jual : Mulai dari Rp389 juta
Dimensi : 4,165-4,180 mm L x 1,800 mm W x 1,565-1,570 mm H
Buatan : Hyundai Motor Company
Horsepower: 136 to 149 hp
Mesin : 4-cylinder
Berat Bobot : 1,345 sampai 1,593 kg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *