RuangOto.com – Penggunaan bahan bakar gas bukan hanya saja lebih murah, tetapi juga lebih ramah lingkungan dibandingkan dua bahan bakar minyak, yaitu bensin dan solar, karena emisi gas buangnya yang cukup rendah.

CNG ini dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam. CNG disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan, biasanya bentuk silinder. Sebagai contoh di negara seperti, Argentina, Brazil dan Amerika Latin adalah pengguna CNG tertinggi. Hal tersebut dikarenakan karena kebijakan mereka, bagi yang ingin mengkonversi ke CNG didukung dengan pemberian harga yang lebih murah, jika dibandingkan menggunakan dengan bahan bakar bensin atau solar. Ini juga disertai dengan peralatan konversi yang dibuat lokal dan infrastrukturnya yang terus dikembangkan. Bahkan seiring dengan meningkatnya harga minyak dan kesadaran lingkungan, jenis bahan bakar tersebut juga mulai digunakan untuk kendaraan umum , seperti truk dan bus.

Sebagai pembanding, saat ini di Jakarta sudah terdapat 14 stasiun pengisi bahan bakar gas. Dibandingkan pada tahun 1986, 20 persen armada taksi diahlikan ke CNG. Namun hingga saat ini penggunaan dari bahan bakar gas tersebut terbentur dengan tidak murahnya harga konversi tersebut, yang mulai dari Rp 15 juta hingga kisaran diatas Rp 30 juta per unit.

Namun untuk saat ini, pemerintah hanya memberikan konversi tersebut secara gratis kepada angkutan umum di Bali dan Jawa Bali. Dan bagi yang menggunakan kendaraan pribadi akan diberikan potongan harga. Pada akhirnya untuk lebih meningkatkan penggunaan bahan bakar gas ini, mutlak untuk disertai dengan pembangunan infrstruktur CNG yang lebih banyak. Ini juga harus dipastikan bahwa pasokan dan harga CNG yang sesuai dengan tingkat keekonomian yang dihadapi oleh penggunaan kendaraan.

Sebagai berikut akan kami ulas secara rinci cara kerja dari bahan bakar gas tersebut pada kendaraan Anda.

Bahan bakar gas tersebut dapat digunakan pada sebagai bahan bakar kendaraan Anda dengan menggunakan conversion kit. Pada konversi kit ini terdapat mixer yang dipasang di depan throttle.

Fungsinya adalah untuk memasok BBG ke dalam aliran udara yang masuk ke dalam silinder dan bereaksi dengan tekanan yang terjadi di dalam manifold untuk menakar jumlah bakar yang disuplai ke mesin. Kerja dari mixer ini didasarkan oleh kapasitas udara yang dibutuhkan oleh mesin. Apabila kandungan udara terlalu kecil, maka tenaga maksimum pada mesin tidak akan tercapai.

Sedangkan jika terlalu besar, kerja mesin pada putaran rendah pun akan turun secara drastis bahkan mesin pun dapat menjadi sulit untuk dihidupkan.

Penggunaan dari konversi kit ini didasarkan pada tiga pilihan yaitu hanya dapat bekerja dengan gas saja, dapat bekerja dengan gas saja atau gasoline saja ( dual fuel) atau dapat bekerja dengan dua bahan bakar bersama – sama.

Pada sistem dual fuel tersebut, katup penutup aliran bensin dioperasikan oleh solenoid dari terdiri dari dua buah regulator yang terpisah, dimana regulator pertama mengurangi tekanan dari tangki gas sampai 100 psi kemudian regulator kedua mengurangi tekanan sampai beberapa inci kolom air guna mendorong bahan bakar melalui mixer dan bercampur dengan aliran udara.

Instalasi diagram pemasangan bahan bakar gas.

Tinggalkan Balasan