RuangOto.com – Fungsi dari sebuah komponen di setiap kendaraan yang dilengkapi dengan bearing adalah untuk mengurangi friksi pada mesin atau komponen yang bergesekan antara satu dengan lainnya. Untuk menghindari timbulnya hambatan dan panas antara kedua permukaan yang saling berhubungan, dibutuhkan bearing tersebut. Gesekan terjadi secara terus menerus tanpa dilengkapi dengan bearing dapat mempercepat keausan pada komponen tersebut, yang mengakibatkan tidak dapat digunakan secara maksimal.

Beberapa fungsi bearing adalah sebagai berikut, seperti mengurangi panas, menahan beban shaft, menjaga toleransi kekencangan dan mempermudah pergantian, serta menekan biaya opersional. Bearing juga memiliki peran untuk meningkatkan daya akselerasi pada sebuah putaran, akibat efek dari pengurangan friksi dari penggunan bearing tersebut.

Pada gearshaft di sebuah mesin harus menahan beban yang bervariasi dari bearing. Beban dari berat shaft dan gear 90 derajat dari center line yang disebut radial load. Untuk gerakan dari arah ke kiri dan ke kanan, disebut thrust load.

Bearing ini memiliki peran yang sangat penting untuk menahan beban radial load dan thrust load, agar shaft tersebut tetap dapat berputar dengan friksi yang minim.

Pada dasarnya bearing itu terbagi menjadi dua,yaitu:


• Solid bearing
• Anti friction bearing

A) Pada jenis solid bearing, shaft berputar pada permukaan bearing. Pergerakan antara shaft dan bearing ini dipisahkan oleh lapisan tipis oli pelumas, bukan si bearing.Yang termasuk dalam kategori solid bearing adalah spit half bearing, sleeve bearing dan bushing bearing. Sleeve bearing digunakan pada jenis shaft roda, seperti as roda gardan yang bergerak dari awal. Sebuah Camshaft ditahan posisi pergerakannya oleh sleeve bearing pada engine block. Shaft yang ditahan oleh bearing dinamakan journal , serta penahan gerakan luarnya ditahan oleh sleeve bearing. Jenis sleeve bearing ini dilapisi dengan bronze atau babbitt metal. Bronzesleeve umumnya digunakan pada pompa atau motor elektrik power steering. Perbedaannya solid bearing dilapisi dengan metal yang lebih lunak dari shaft, tujuaannya adalah jika terjadi pergerakan antara kedua benda tersebut, yang akan mengalami keausan adalah bearing, bukan shaftnya.

B) Spit – Half Bearing. Spit half bearing umumnya digunakan pada crankshaft dan connecting rod di mesin. Crankshaft rod bearing caps menggunakan split half bearing yang menempel pada rod piston.

Bearing ini dapat diganti apabila sudah aus. Spit half bearing umumya diberi tambahan lubang oli, bentuknya berupa alur yang tujuannya untuk mengalirkan oli ke seluruh permukaan bearing. Split half bearing juga memiliki locking tabs yang ditempatkan pada bearing caps. Fungsi tabs tersebut adalah untuk mencegah bearing bergerak ke arah horizontal pada shaft.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *