RuangOto.com – Ketika rasa kantuk mulai muncul di tengah perjalanan, secangkir kopi bukan ‘lawan’ sepadan, ini merupakan sinyal tubuh butuh beristirahat. Kesadaran inilah yang menjadi salah satu pesan utama dalam edukasi keselamatan berkendara bagi sekitar 150 pelajar SMK se-Tangerang dari berbagai jurusan di Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati (SRC WMS), Senin (28/9).
Mengangkat tema ‘Secangkir Kopi Sejuta Mimpi’, kegiatan yang digelar PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta – Tangerang, tersebut mengajak mahasiswa memahami hubungan antara kondisi tubuh, kebiasaan mengonsumsi kopi, dan keselamatan saat berkendara.
Dalam sesi edukasi safety riding, mahasiswa diajak memahami bahwa keselamatan berkendara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengendalikan sepeda motor, tetapi juga kesiapan fisik dan mental sebelum melakukan perjalanan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai batas kemampuan tubuh, bahaya berkendara dalam kondisi mengantuk, serta pentingnya paham mengenai manajemen risiko.
“Berkendara aman dimulai dari kemampuan kita mengenali kondisi diri sendiri. Ketika tubuh sudah memberikan tanda lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan. Berhenti dan beristirahat merupakan pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan mengambil risiko di jalan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejat, Agus Sani.
Edukasi keselamatan lalu lintas juga diperkuat melalui kehadiran Kanit Lantas Polsek Metro Karawaci, Iptu Alex Rusman, S.H., M.M. Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan gambaran mengenai kondisi kecelakaan lalu lintas, termasuk berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas sebagai bagian dari tanggung jawab setiap pengguna jalan. Penggunaan perlengkapan berkendara, menjaga konsentrasi, memahami kondisi jalan, serta tidak mengambil keputusan yang berisiko.
Menariknya, seminar juga menghadirkan guest speaker dari dunia kopi untuk membahas berbagai jenis kopi, manfaat, kekurangan, serta dampaknya bagi tubuh. Pembahasan tersebut dikaitkan dengan kebiasaan mahasiswa yang kerap mengonsumsi kopi untuk menjaga stamina saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Mahasiswa diajak memahami efek kopi terhadap tubuh tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan seseorang masih aman berkendara atau tidak. Rasa kantuk merupakan sinyal tubuh yang perlu diperhatikan, sehingga pengendara perlu beristirahat ketika kondisi fisik sudah tidak memungkinkan untuk berkendara.
“Ngopi boleh tidak dilarang, akan tetapi jangan sampai membuat kita salah memahami kemampuan tubuh. Ketika sudah mengantuk, solusi yang paling aman bukan memaksakan diri untuk tetap berkendara. Kenali kondisi tubuh dan pilih keputusan yang paling aman,” tambah Agus Sani dalam sesi edukasi.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk menguji pemahaman melalui pre-test dan post-test. Sesi tersebut menjadi bagian dari pendekatan edukasi yang memungkinkan peserta mengetahui sejauh mana pemahaman mereka mengenai berbagai aspek keselamatan berkendara sebelum dan setelah mengikuti seminar.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti pre-test, post-test, sesi tanya jawab, serta challenge membuat konten di media sosial mengenai keseruan dan pengalaman mereka selama mengikuti seminar. Konsep tersebut diharapkan membuat pesan keselamatan berkendara tidak berhenti di ruang seminar, tetapi dapat diteruskan oleh peserta kepada teman dan lingkungan mereka.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti pre-test, post-test, sesi tanya jawab, serta challenge membuat konten di media sosial mengenai keseruan dan pengalaman mereka selama mengikuti seminar. Konsep tersebut diharapkan membuat pesan keselamatan berkendara tidak berhenti di ruang seminar, tetapi dapat diteruskan oleh peserta kepada teman dan lingkungan mereka.
Kegiatan ditutup dengan sesi sharing serta penguatan pesan #Cari_Aman, sebagai ajakan kepada generasi muda untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari gaya hidup ketika berkendara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang memahami bahwa perjalanan yang aman bukan hanya tentang sampai di tujuan, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan diri, mengenali batas kemampuan, membaca situasi, dan mengambil keputusan yang tepat selama berkendara #Cari_Aman, karena mimpi besar harus sampai tujuan.







