SUBSCRIBE
  • ARTIKEL
  • UMUM
  • MOBIL
  • MOTOR
  • KOMERSIAL
  • BALAP
  • KOMUNITAS
  • AKSESORIS
  • TEKNO
  • TIPS
ruangoto.com
No Result
View All Result
  • ARTIKEL
  • UMUM
  • MOBIL
  • MOTOR
  • KOMERSIAL
  • BALAP
  • KOMUNITAS
  • AKSESORIS
  • TEKNO
  • TIPS
ruangoto.com
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
ruangoto.com
No Result
View All Result

Kemenperin Fokus Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik

by Redaksi
9 November 2020
Share on FacebookShare on Twitter

RuangOto.com – Kementerian Perindustrian kian serius mendorong pengembangan kendaraan berbasis listrik guna mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Selain itu memberikan peluang baru terhadap ekonomi dan hilirisasi sumber daya alam serta penguatan teknologi artificial intelligent (AI) dan robotik dalam menopang produktivitas industri nasional di masa depan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier menyampaikan, pemerintah terus memacu penerapan teknologi dan peningkatan investasi di sektor otomotif nasional, termasuk mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik roda dua, tiga, serta roda empat atau lebih yang berbasis baterai listrik maupun mild hybrid dan strong hybrid. “Saat ini, kami telah merampungkan regulasi terkait peta jalan kendaraan listrik berbasis baterai listrik yang merupakan turunan Perpres 55/2019,” ujarnya di Jakarta, Senin (9/11).

Baca Juga:

XL7 Dan NEW CARRY Raih TRUSTED & POPULAR BRAND Pada Ajang DISWAY AWARDS 2026

GAC Indonesia dan Haidilao Hadirkan Program Dine to Drive, Berkesempatan Menangkan 1 Unit AION Y Plus

Taufiek menjelaskan, potensi pengembangan kendaraan listrik juga membuka prospek bisnis baru, seperti pengembangan kendaraan jenis Internal Combustion Engine (ICE) yang saat ini masih memberikan kontribusi hingga 99% terhadap PDB industri otomotif nasional. “Pada tahun 2025 nanti, ditargetkan sebesar 20 persen produksi otomotif nasional adalah kendaraan listrik seperti hybrid, plug in hybrid, dan mobil EV berbasis baterai,” sebutnya.

Menurut Taufiek, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai sejalan dengan animo investasi baterai listrik dan kendaraan listrik yang semakin meningkat di Indonesia. Hal ini mengingat bahan baku nikel, cobalt dan mangan cukup melimpah di tanah air yang bisa menjadi tulang punggung dalam upaya pengembangan kendaraan listrik.

Selain itu, pendalaman struktur industri kendaraan listrik telah dipersyaratkan nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) hingga tahun 2030 dengan program Incompletely Knock Down (IKD) atau Completely Knock Down (CKD) yang dipacu untuk mendapatkan nilai tambah yang maksimal di dalam negeri. “Secara bertahap kita memguasai baterai listrik, dan produksi kendaraan listrik di dalam negeri,” imbuhnya.

Plt. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Ditjen ILMATE Kemenperin, Restu Yuni Widayati mengatakan, industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dapat dimulai dari industri sepeda motor listrik. Hal ini didukung oleh nilai investasi awal yang relatif rendah dengan tenaga kerja yang minimal, serta pangsa pasar produk sepeda motor listrik di Indonesia relatif cukup besar karena produk sepeda motor listrik mampu bersaing dengan produk sepeda motor konvensional dari sisi “total cost of ownership”.

Saat ini, telah terdapat 15 industri perakitan sepeda motor listrik yang telah mendapatkan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) dari Kemenperin sebagai salah satu syarat suatu perusahaan dapat memproduksi kendaraan bermotor, dengan kapasitas produksi sepeda motor listrik sebesar 877 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.429 orang.

“Sedikit berbeda dengan industri roda empat atau lebih yang membutuhkan investasi awal yang cukup besar dan tenaga kerja yang cukup banyak sehingga sampai saat ini hanya PT. Mobil Anak Bangsa (MAB) yang telah memiliki fasilitas produksi bis listrik di Indonesia dengan kapasitas produksi 100 unit per bulan atau 1.200 unit per tahun,” ungkapnya.

Restu menambahkan, pengembangan kendaraan listrik di Indonesia selain bertujuan untuk mendukung pencapaian target pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030, juga akan mampu menarik investasi di sektor industri komponen dan lainnya.

Pengembangan baterai listrik
Sementara itu, Direktur Industri Logam Ditjen ILMATE Kemenperin, Budi Susanto mengemukakan, pihaknya terus mendorong investasi di sektor pengembangan baterai untuk kendaraan listrik. Investasi ini merupakan langkah strategis sehingga dapat membantu mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam sektor industri kendaraan listrik (electric vehicle).

“Kemampuan penguasaan tenologi baterai dan keuntungan bahwa Indonesia memiliki sumber bahan baku penyusun baterai lhitium seperti nikel, cobalt, mangan, alumunium dan ferrum yang cukup melimpah merupakan kunci utama bagi Indonesia untuk menciptakan keunggulan yang kompetitif dibandingkan dengan negara-negara produsen kendaraan listrik lainnya,” papar Budi.

Taufiek Bawazier menyatakan, usia baterai listrik bisa mencapai 10-15 tahun. Artinya, sepuluh tahun ke depan perlu dipersiapkan fasilitas recycling (daur ulang) untuk memperoleh nilai tambah baru baik berupa material di dalamnya seperti lithium, nikel, cobalt, mangan dan copper.

Selain itu, menurut Taufiek, penguasaan teknologi recycling perlu dipikirkan dari sekarang seperti hydrometalurgi dan juga penggunaan teknologi AI dan robotik termasuk skill baru dalam pemrosesan baterai listrik.

Baterai listrik terdiri dari cell, modul dan pack yang masing masing diikat kuat oleh perekat yang membutuhkan keahlian khusus mengingat prasarat safety dan treatment baterai listrik berbeda dengan treatment baterai non-lithium. “Setiap cell atau modul, dan pack berbeda bentuk, ada yang silinder atau prismatik. Semuanya berbeda tipe di setiap mobil listrik,” tuturnya.

Dengan demikian mengingat kompleksitas proses daur ulang baterai listrik, diperlukan penggunaan teknologi modern dalam proses tersebut. “AI dan robotik menjadi diperlukan untuk mengurangi kesalahan dalam proses daur ulang sehingga potensi kecelakaan menjadi berkurang,” ujarnya.

Selain itu, menurut Taufiek, proses daur ulang dapat meningkatkan pemanfaatan material, baik lithium dan mangan yang berupa carbonat dan nikel serta cobalt berupa sulfat yang dapat diperoleh dengan maksimal sehingga proses circular ekonominya mencapai titik optimal.

“Namun demikian, yang terpenting adalah mobil listrik dan baterai listrik dapat diproduksi di dalam negeri. Investasi ke arah sana tentunya dipersiapkan untuk membuka tenaga kerja dengan skill yang baru dan meningkatkan hilirisasi sumber daya alam nasional berupa nikel, cobalt, maupun mangan,” tegasnya.
Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

Tags: kemenprinmobillistrik

Related Posts

XL7 Dan NEW CARRY Raih TRUSTED & POPULAR BRAND Pada Ajang DISWAY AWARDS 2026

XL7 Dan NEW CARRY Raih TRUSTED & POPULAR BRAND Pada Ajang DISWAY AWARDS 2026

by Redaksi
10 Oktober 2026
0

RuangOto.com – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) melalui dua model andalannya, XL7 dan New Carry, meraih penghargaan Trusted & Popular...

GAC Indonesia dan Haidilao Hadirkan Program Dine to Drive, Berkesempatan Menangkan 1 Unit AION Y Plus

GAC Indonesia dan Haidilao Hadirkan Program Dine to Drive, Berkesempatan Menangkan 1 Unit AION Y Plus

by Redaksi
10 Oktober 2026
0

RuangOto.com – GAC Indonesia berkolaborasi dengan Haidilao menghadirkan program “GAC Haidilao Dine to Drive”, sebuah program yang menggabungkan pengalaman bersantap...

Persiapan Komunitas Honda Jakarta-Tangerang Panaskan Semangat Menuju Honda Bikers Day 2026

Persiapan Komunitas Honda Jakarta-Tangerang Panaskan Semangat Menuju Honda Bikers Day 2026

by Redaksi
10 Oktober 2026
0

RuangOto.com - Semangat menyambut penyelenggaraan Honda Bikers Day (HBD) 2026 dengan tema ‘Legacy of Spirit’ semakin terasa di kalangan komunitas...

Anniversary One Decade Riders R15 Bekasi, Bersama Sama Kita Lebih Kuat

Anniversary One Decade Riders R15 Bekasi, Bersama Sama Kita Lebih Kuat

by Redaksi
10 Oktober 2026
0

RuangOto.com - Para bikers pengguna Yamaha R15 di Bekasi yang tergabubung didalam Riders R15 Bekasi (RRB) belum lama ini usai...

Discussion about this post

Related Post

XL7 Dan NEW CARRY Raih TRUSTED & POPULAR BRAND Pada Ajang DISWAY AWARDS 2026

XL7 Dan NEW CARRY Raih TRUSTED & POPULAR BRAND Pada Ajang DISWAY AWARDS 2026

10 Oktober 2026
GAC Indonesia dan Haidilao Hadirkan Program Dine to Drive, Berkesempatan Menangkan 1 Unit AION Y Plus

GAC Indonesia dan Haidilao Hadirkan Program Dine to Drive, Berkesempatan Menangkan 1 Unit AION Y Plus

10 Oktober 2026
Persiapan Komunitas Honda Jakarta-Tangerang Panaskan Semangat Menuju Honda Bikers Day 2026

Persiapan Komunitas Honda Jakarta-Tangerang Panaskan Semangat Menuju Honda Bikers Day 2026

10 Oktober 2026

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Media Partner

© 2023 ruangoto.com

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
  • UMUM
  • MOBIL
  • MOTOR
  • KOMERSIAL
  • BALAP
  • KOMUNITAS
  • AKSESORIS
  • TEKNO
  • TIPS

© 2023 ruangoto.com