RuangOto.com – Umumnya kendaraan yang berpostur tinggi seperti SUV, truck dan van, memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk terbalik dibandingkan jenis kendaraan sedan atau sport car yang diusung oleh center of gravity yang lebih rendah.

Namun untuk menghindari hal tersebut terjadi,serta meningkatkan keamanan berkendara, beberapa jenis kendaraan terkini telah dilengkapi dengan sistem Anti ¬Rollover Protection (ARP) dan Active roll over protection untuk jenis kendaraan beratap terbuka atau cabriolet. Fungsi dari dari fitur canggih tersebut adalah untuk mencegah agar sebuah kendaraan tidak terbalik saat menikung pada kecepatan yang cukup tinggi. Sistem tersebut juga dapat menekan tingkat kecelakaan yang fatal akibat pada saat kondisi jalan kurang baik dan sebuah mobil yang dikendarainya dapat lepas kendali, yang dapat menrengut nyawa pengemudi dan penumpang di dalamnnya.

Bagaimana cara kerja ARP ?
Sistem dari Anti Rollover proctection ini terhubungkan ke sistem Electronic stability control systems, electronic engine management unit,dan anti lock brake system(abs) .

Pada saat sebuah kendaraan menikung di kecepatan yang cukup tinggi dan posisi derajat menikungnya cukup tajam. Untuk mencegah kendaraan tersebut lepas kendali, secara otomatis sistem electronic engine control unit ini akan mengurangi tenaga mesin, dan secara paralel ECU ini juga akan mengirim perintah ke sistem pengereman ABS untuk meng-dekselerasi laju kendaraan dan mencegah terjadinya slip pada seluruh roda di mobil melalui sebuah perangkat yang dinamakan electronic stability program.

Untuk meminimalkan gerakan bodi roll di mobil yang berlebihan, dimana dapat mengakibatkan mobil yang dikendarainya terbalik, teknologi dari ARP ini secara responsif dapat menghitung gerakan dalam hitungan millisecond per detik dari suspensi dan rollbar pada chasis di mobil. Beberapa jenis kendaraan premium, seperti Mercedes, BMW dan Audi juga telah dilengkapi dengan active pretensioners seat belt dan active roll over protection ( Untuk jenis kendaraan cabrio), yang secara otomatis sistem ARP ini akan mengencangkan sabuk pengaman dan mengaktifkan roll bar tersebut, yang berfungsi untuk menghindari tubuh pengemudi dan penumpang terpental keluar dari mobil dan patah leher.

Sistem active roll over protection ini juga terhubungkan ke sistem elektonis atau hidrolis power steering, yang dimana putaran setir yang berlebih akan secara simultan mengurangi tenaga mesin dan menambah daya pengereman, hingga posisi kendaraan kembali ke posisi yang aman untuk dikendarainya.

Untuk sistem Electronic stability program dan ARP versi tercanggih ini, secara otomatis telah dapat melakukan penyesuaian kerja sesuai dengan ukuran dan jenis ban yang digunakan.Antisipasi pengembangan tersebut telah dilakukan karena semakin banyak pemilik mobil mengganti ban dengan ukuran yang lebih besar.

Beberapa jenis ESP versi mutakhir, secara otomatis dapat melakukan penyesuaian kerja sesuai dengan ukuran dan jenis ban yang digunakan. Antisipasi ini dilakukan karena makin banyak pemilik mobil mengganti ban standar dengan ukuran lebih besar.

Tinggalkan Balasan