Pada masa pademi covid-19 di Indonesia bisnis otomotif mengalami penurunan yang sangat dramatis dalam segi penjualan.

Dengan adanya pademi PT. KTB Fuso terus mencari solusi untuk tetap jualan untuk memenuhi target penjualan dan kebutuhan moda transportasi di Indonesia.

Sebelum adanya pademi covid-19 penjualan kepala kuning mampu menjuarai pasar di Mitsubishi Fuso tipe Canter T200 sebagai generasi ke 3 dari Mitsubishi series.

Truk ini mendapat sambutan positif dari konsumen, karena diklaim irit BBM dan dibekali mesin diesel dengan tenaga mencapai 80 PS.

Selanjut nya, series Colt Diesel FE 101 dan FE 111 kedua varian ini memiliki tenaga maksimal 90PS yang berasal dari mesin 4D-30 l4 OHV yang berkapasitas 3298 cc.

Kemudian pada tahun 1984, Mitsubishi Fuso Indonesia meluncurkan FE 104 sebagai Colt Diesel 6 ban.

Canter generasi ini dibekali dengan mesin diesel 4D31 yang bertenaga maksimal 100PS pada 3500 rpm dan torsi maksimal 240 Nm pada 2200 rpm.


Di era 2009 hingga 2016 KTB memiliki lini lengkap dengan menghadirkan FE304, FE334, FE 347, FE349, FE119, FE447 dan FE449. Untuk mesin Colt Diesel era itu sudah dilengkapi Turbo Intercooler.

Sampai saat ini, KTB masih menjual Colt Diesel FE 7 dan FE 8 series total  pemilikan ada 13 varian dengan tipe FE71, FE73, FE74, FE83, FE84, FE8HD serta FE8HDX.

Mitsubishi Fuso ditengah pademi terus mengembangkan Canter versi listrik yang diberi nama e-Canter.
Mampu mengklaim e-Canter menempuh jarak 100 km dalam kondisi penuh baterai serta sangat cocok untuk keperluan niaga di dalam kota.


Untuk daya angkut, truk ini bisa menampung hingga tiga ton, sedangkan tampilan dalam sudah dilengkapi dengan panel modern dan layar 12 inci serta beberapa fitur lain, seperti keyless push start button.

E-Canter didukung dengan enam baterai ion-lithium berkapasitas 13,8 kWh yang memiliki voltase tinggi untuk penyaluran tenaga ke motor listrik.


Diusia 50 tahun Mitsubishi Fuso di Indonesia sudah sepantasnya mengikuti perkembangan teknologi milineal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *