Bursa Ketua IMI Sumsel Memanas, Fariz Dwi Saputra Siap Bersaing
RuangOto.com – Meski pemilihan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatra Selatan masih setahun lagi, namun bursa pencalonan mulai memanas. Pasalnya Ketua IMI Sumsel Periode 2023-2027 Alpian Piuk Maskoni menyatakan tidak maju lagi sebagai kandidat pada pemilihan Ketua IMI Sumsel Periode 2027-2031.
Maka muncul sejumlah nama yang mengapung ke permukaan. Mulai dari pejabat publik sampai pelaku otomotif. Kita ulas dari pelaku otomotif saja. Sebut saja mantan pembalap Kemas Haikal dan Sekum IMI Sumsel saat ini Chandra Dewana disebut-sebut siap maju.
Masih ada sosok alternatif yang siap meramaikan peta persaingan sebagai kuda hitam. Dia adalah Fariz Dwi Saputra, seorang pengusaha muda di bidang transportasi dan kuliner. Bagi penggemar otomotif di Bumi Sriwijaya nama Fariz tentu tak asing lagi. Dia berasal dari keluarga besar pelaku otomotif di bawah bendera Montesz Sport Club.

Fariz berangkat dari keluarga otomotif, peslalom, promotor sampai organisator di IMI (Foto: Ist.)
Fariz adalah putra dari Barnas Bursyah, mantan Ketua Harian IMI Sumsel dan mantan Ketua Komisi Off-road IMI Pusat pada zaman Ketua Bob RE Nasution hingga Juliari Batubara. Sedangkan Montesz Sport Club merupakan salah satu klub otomotif tertua di Indonesia yang menggebrak sebagai promotor event otomotif paling aktif sejak berdiri tahun 90-an.
Setidaknya nama Montesz Sport Club sejajar dengan Trendypromo Mandira milik Legenda Otomotif Nasional Helmy Sungkar. Pada waktu itu, rata-rata menggelar 40 event per tahun di wilayah Sumatra Bagian Selatan dan Pulau Jawa yang berhasil digarap Montesz di bawah pimpinan mendiang Handoko Halim.
Kini Fariz menerima tongkat estafet kepemimpinan Montesz dan berhasil mengembangkan dengan konsep lebih modern berkat berbagai terobosan. “Yang paling saya ingat ketika sebagai pioneer konsep one night race dan sportainment,” kenang Fariz Dwi Saputra, putra kedua Barnaz Bursyah.

Berkat sentuhannya dibawah bimbingan ayahanda, Montesz makin berkembang dan beberapa kali menerima penghargaan sebagai Klub Terbaik. Selain itu, Fariz juga pernah menjadi Team Manager Balap Motor Sumsel pada Pra PON tahun 2011 dengan capaian prestasi terbaik yakni satu-satunya Kontingen asal Sumatra yang berhasil lolos seluruh nomor pertandingan.
Bicara organisasi, pengalaman Fariz dimulainya sejak di bangku SMA sampai saat ini. Dengan demikian loyalitas dan pengetahuannya tentang IMI tidak perlu diragukan lagi. Tentu saja termasuk relasi dan jaringan sangat luas dan terjaga dengan baik di kalangan otomotif nasional tanpa dibalut unsur politis dan partai.
Dalam kepengurusan IMI Pusat, Fariz pernah duduk sebagai Komisi Balap Motor di era Sadikin Aksa. Jika bicara bagaimana mengembangkan prestasi atlet tentunya tak sulit bagi mantan pembalap slalom era 2005-2008 ini dibawah panji Montesz Slalom Team.
“Waktu itu dibawah mentor legenda slalom nasional, James Sanger. Jadi apa yang menjadi kebutuhan dan challenge pembalap saya sudah paham. Itu akan menjadi bekal dalam mempersiapkan program pembinaan atlet balap nantinya,” ungkap Fariz.
“Sumsel memiliki segudang pembalap berbakat yang potensial. Tinggal bagaimana kita secara jeli mengasah dan mendorong bakat-bakat itu dengan tepat, memberi mereka wadah dan fasilitas, serta bekerjasama dengan pemerintah dan swasta,” tekad Fariz.
Menurut pria 37 tahun ini, keberadaan IMI tidak sebatas balap semata, IMI memiliki tanggung jawab yang besar dalam pengembangan industri otomotif. “Kita memiliki bidang mobilitas yang jika dikelola secara baik dan profesional akan melahirkan produk-produk yang dapat bermanfaat bagi ekosistem yang ada sekaligus membuka lapangan kerja sesuai dengan nawacita Pemerintah Pusat,” tegas Fariz Dwi Saputra mengakhiri. (Narasi: BangVe)




