SUBSCRIBE
  • ARTIKEL
  • UMUM
  • MOBIL
  • MOTOR
  • KOMERSIAL
  • BALAP
  • KOMUNITAS
  • AKSESORIS
  • TEKNO
  • TIPS
ruangoto.com
No Result
View All Result
  • ARTIKEL
  • UMUM
  • MOBIL
  • MOTOR
  • KOMERSIAL
  • BALAP
  • KOMUNITAS
  • AKSESORIS
  • TEKNO
  • TIPS
ruangoto.com
SUBSCRIBE
No Result
View All Result
ruangoto.com
No Result
View All Result

Michelin Indonesia Ungkap Fakta Mengenai Pemahaman Pengendara Akan Tekanan Angin dan Penggantian Ban

by Redaksi
15 Februari 2021
Share on FacebookShare on Twitter

RuangOto.com – Michelin Indonesia mengungkap fakta-fakta mengenai perilaku pengendara mobil dalam memeriksa kondisi tekanan angin serta kebiasaan mengganti ban kendaraan. Menurut temuan Michelin, 64% dari pengendara mobil yang mengikuti survei mengakui mengecek tekanan angin pada ban setidaknya setiap satu bulan sekali. Sedangkan 15% pengendara lainnya melakukan pengecekan angin setelah lebih dari jangka satu bulan. Selebihnya, sebanyak 21% pengendara yang disurvei menyatakan hanya mengecek tekanan angin sesekali apabila ban mulai kempes, terasa tidak nyaman, atau saat akan melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga:

LEPAS Perkenalkan AURA di Global Elegance Night, Hadirkan Evolusi Baru Leopard Aesthetics

Dari Bangku Sekolah untuk Indonesia, 1.215 Pelajar Adu Inovasi di AHM Best Student 2026 

Presiden Direktur Michelin Indonesia Steven Vette menyampaikan memeriksa tekanan angin wajib dilakukan secara rutin untuk memastikan keamanan selama berkendara. “Jangka waktu ideal untuk memeriksa tekanan angin pada ban adalah dua minggu sekali. Atau selambat-lambatnya satu bulan sekali, tetapi jangan sampa lebih dari satu bulan tidak mengecek tekanan angin pada ban, ” kata Steven melalui siaran pers. Kurang mengisi angin atau mengisi secara berlebihan, dapat mengakibatkan ban aus lebih cepat, mengurangi daya cengkeram, dan menjadikan lebih boros bahan bakar.

Informasi tentang perilaku berkendara ini diperoleh melalui survei yang diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye Michelin Safe Mobility 2020 pada Desember lalu. Survei dilakukan seiring dengan kegiatan layanan cek ban gratis di toko/bengkel rekanan Michelin yaitu Lautan Ban, Permaisuri Ban, dan 1 Station by B-Quik. Lebih dari 250 pengendara mobil berpartisipasi dalam layanan cek ban dan survei perilaku berkendara.

Lebih dari 77% pengendara yang mengikuti survei mengetahui nilai tekanan angin yang tepat untuk kendaraan mereka yaitu pada rentang 28-33 psi (pound per inci persegi). Nilai tekanan angin ideal ini dapat dilihat pada petunjuk kendaraan yang biasanya terletak di sisi kanan pintu kemudi. Namun, kenyataannya banyak dari ban kendaraan yang diperiksa memiliki tekanan angin yang tidak sesuai dengan nilai yang disarankan.

“Secara umum pengendara memiliki pengetahuan yang baik tentang tekanan angin yang ideal, namun masih jarang memeriksa tekanan angin secara rutin. Karena itulah Michelin terus mengadakan kegiatan ini untuk terus mengedukasi pengendara agar memastikan kondisi keamanan ban yang digunakan, ” kata Steven.

Customer Engineering Support Michelin Indonesia Mochammad Fachrul Rozi menyarankan pengendara untuk meluangkan waktu beberapa menit setiap bulan untuk memastikan kondisi ban.  “Meskipun tidak ada kerusaan yang terlihat di permukaan, ban bisa kehilangan tekanan udara hingga 1 psi setiap bulan. Hal ini dapat dipercepat oleh kebocoran udara dikarenakan kebocoran yang tidak disengaja, kebocoran pada katup atau tutup katup, atau kerusakan roda,” lanjut Fachrul Rozi.

Waktu yang Ideal Untuk Mengganti Ban

Selain mengecek tekanan angin secara berkala, yang perlu untuk diperiksa oleh pengendara secara berkala adalah kedalaman tapak/kembangan ban. Hal ini penting untuk mengetahui waktu yang tepat untuk mengganti ban. Menurut temuan survei Michelin Indonesia menunjukkan bahwa 75% pengendara mengganti ban kendaraan mereka apabila mereka telah melihat adanya keausan pada ban atau saat ban telah mengalami kerusakan. Rata-rata pengendara yang disurvei menyatakan mengganti ban dilakukan setiap 2-4 tahun sekali. Sebagian besar pengendara juga menyatakan puas dengan performa ban kendaraan yang dipakai.

Fachrul Rozi mengatakan umur pakai dan jarak tempuh sebuah ban tergantung dari kombinasi beberapa faktor seperti desain, kebiasaan berkendara, cuaca, kondisi jalan dan perawatan yang dilakukan terhadap ban tersebut. Karena itulah pengendara disarankan memeriksa kedalaman tapak/kembangan ban secara berkala. “Tidak banyak pengendara yang tahu bahwa batas kedalaman tapak ban yang aman adalah 1.6 milimeter. Jika kurang dari ini maka sudah waktunya mengganti ban,” ujarnya.

Khusus untuk ban merek Michelin, Rozi menjelaskan, setelah penggunaan selama lima tahun, ban harus diperiksa secara menyeluruh minimal setiap tahun sekali oleh teknisi yang berpengalaman. Setelah melewati masa 10 tahun setelah tanggal produksi, maka ban sebaiknya diganti meskipun bagian luar ban tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Hal yang sama juga berlaku untuk ban cadangan.

Berbekal data dari survei yang dilakukan, Michelin Indonesia bertekad untuk selalu mendampingi pengendara dalam memastikan kelayakan ban kendaraan. Bagi para pengguna ban Michelin, pengguna dapat mengunjungi dealer atau Technic Service Station yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, pakar ban Michelin siap melayani pengendara. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website Michelin Indonesia

Tentang Michelin

Michelin, perusahaan mobilitas terkemuka, didedikasikan untuk meningkatkan mobilitas konsumer secara berkelanjutan; merancang dan mendistribusikan ban, layanan, dan solusi yang paling cocok untuk kebutuhan klien; menyediakan layanan digital, peta, dan panduan untuk membantu memperkaya perjalanan dan serta menjadikannya pengalaman unik; dan mengembangkan bahan teknologi tinggi yang melayani berbagai industri. Berkantor pusat di Clermont-Ferrand, Prancis, Michelin hadir di 170 negara, memiliki lebih dari 127.000 karyawan dan mengoperasikan 69 fasilitas produksi ban yang bersama-sama menghasilkan sekitar 200 juta ban pada tahun 2019. (www.michelin.com).

Michelin pertama kali membuka kantor perwakilan di Jakarta pada 1997 dan mendirikan PT. Michelin Indonesia (PTMI) sebagai anak perusahaan dari Michelin Group pada tahun 2011. Kegiatan bisnis utama PTMI meliputi distribusi, penjualan, dan impor. Michelin Group di Indonesia berinvestasi di sektor manufaktur, distribusi, produksi karet sintetis, dan perkebunan karet berkelanjutan melalui joint venture dengan perusahaan Indonesia. Pada 2019, Michelin mengakuisisi saham mayoritas PT. Multistrada Arah Sarana TBK, menjadikan Michelin salah satu produsen ban utama di Indonesia.

Tags: banmichelin

Related Posts

LEPAS Perkenalkan AURA di Global Elegance Night, Hadirkan Evolusi Baru Leopard Aesthetics

LEPAS Perkenalkan AURA di Global Elegance Night, Hadirkan Evolusi Baru Leopard Aesthetics

by Redaksi
26 Oktober 2026
0

RuangOto.com – LEPAS, merek New Energy Vehicle (NEV) premium di bawah Chery Group, memperkenalkan LEPAS AURA untuk pertama kalinya di...

Dari Bangku Sekolah untuk Indonesia, 1.215 Pelajar Adu Inovasi di AHM Best Student 2026 

Dari Bangku Sekolah untuk Indonesia, 1.215 Pelajar Adu Inovasi di AHM Best Student 2026 

by Redaksi
24 Oktober 2026
0

RuangOto.com– Kepedulian anak muda terhadap lingkungan dan masyarakat dapat menjadi awal lahirnya karya inovatif yang bermanfaat bagi masa depan Indonesia....

Honda Gelar Honda Culture Indonesia Night Meet Up, Bersiap Menuju Acara Puncak pada November 2026

Honda Gelar Honda Culture Indonesia Night Meet Up, Bersiap Menuju Acara Puncak pada November 2026

by Redaksi
24 Oktober 2026
0

RuangOto.com – PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menggelar Honda Culture Indonesia (HCI) Night Meet Up pada 23 Oktober 2026...

Tak Perlu Repot Mencari Arah, WANDA Bantu Pengendara Honda Menemukan Tujuan

Tak Perlu Repot Mencari Arah, WANDA Bantu Pengendara Honda Menemukan Tujuan

by Redaksi
24 Oktober 2026
0

RuangOto.com - PT Wahana Makmur Sejati (WMS) menghadirkan fitur ‘Temukan’ pada aplikasi WANDA yang telah terintegrasi dengan Google Maps untuk...

Discussion about this post

Related Post

LEPAS Perkenalkan AURA di Global Elegance Night, Hadirkan Evolusi Baru Leopard Aesthetics

LEPAS Perkenalkan AURA di Global Elegance Night, Hadirkan Evolusi Baru Leopard Aesthetics

26 Oktober 2026
Dari Bangku Sekolah untuk Indonesia, 1.215 Pelajar Adu Inovasi di AHM Best Student 2026 

Dari Bangku Sekolah untuk Indonesia, 1.215 Pelajar Adu Inovasi di AHM Best Student 2026 

24 Oktober 2026
Honda Gelar Honda Culture Indonesia Night Meet Up, Bersiap Menuju Acara Puncak pada November 2026

Honda Gelar Honda Culture Indonesia Night Meet Up, Bersiap Menuju Acara Puncak pada November 2026

24 Oktober 2026

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Media Partner

© 2023 ruangoto.com

No Result
View All Result
  • ARTIKEL
  • UMUM
  • MOBIL
  • MOTOR
  • KOMERSIAL
  • BALAP
  • KOMUNITAS
  • AKSESORIS
  • TEKNO
  • TIPS

© 2023 ruangoto.com