RuangOto.com – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berpartisipasi dalam rangkaian ajang otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melalui sesi talkshow bertajuk “From Ownership to Connected Mobility”. Dalam forum tersebut, Transjakarta berkolaborasi dengan KINTO Indonesia, produk layanan berlangganan kendaraan dari PT Toyota Astra Financial Services (TAF), menghadirkan ruang diskusi mengenai masa depan mobilitas perkotaan yang semakin mengedepankan konektivitas, digitalisasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Dalam paparannya, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa Transjakarta telah berevolusi dari operator Bus Rapid Transit (BRT) menjadi platform mobilitas perkotaan yang menghubungkan berbagai moda transportasi dalam satu ekosistem perjalanan. Saat ini Transjakarta melayani sekitar 1,5 juta pelanggan setiap hari melalui lebih dari 4.620 armada, 236 rute, dan cakupan layanan yang menjangkau sekitar 92,4% populasi Jakarta dan sekitarnya. Transformasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan integrasi antarmoda, peningkatan kualitas layanan, serta inovasi digital yang terus diperkuat.
“Masa depan mobilitas adalah tentang bagaimana masyarakat memperoleh akses terhadap transportasi yang aman, nyaman, efisien, terjangkau, dan terintegrasi. Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, operator transportasi publik, industri otomotif, perusahaan pembiayaan, serta penyedia teknologi.” ujar Welfizon Yuza.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Transjakarta terus memperkuat digitalisasi layanan melalui pengembangan aplikasi mobile TJ: Transjakarta, sistem manajemen operasional Syntra, serta integrasi data perjalanan secara real-time. Berbagai inovasi tersebut memungkinkan pelanggan mengakses informasi perjalanan, pelacakan armada, tiket digital, hingga informasi halte dalam satu platform. Pendekatan ini menjadi fondasi dalam mewujudkan Connected Mobility, yaitu ekosistem perjalanan yang menghubungkan berbagai moda transportasi melalui konektivitas digital sehingga perpindahan antarmoda menjadi semakin mudah dan efisien.
Transjakarta mewujudkan visi mobilitas masa depan melalui konsep urban multimodal transport yang mengintegrasikan berbagai moda perjalanan ke dalam satu sistem yang utuh, dengan koridor utama angkutan massal sebagai tulang punggung pergerakan kota (trunk), baik berbasis jalan seperti bus, maupun berbasis rel seperti MRT, LRT, dan Commuter Line. Dalam kerangka Circle of Transjakarta Integration System, Transjakarta berperan sebagai simpul integrator di titik tengah yang menghubungkan beragam moda tersebut dalam satu perjalanan yang seamless.
Mikrotrans, sepeda, dan jalan kaki telah lama menjadi gold standard sebagai opsi first mile dan last mile. Namun, di tengah inovasi teknologi, bisnis, dan pergeseran pola perjalanan masyarakat, muncul upaya mencari titik kesetimbangan baru dengan turut mengintegrasikan kendaraan pribadi sebagai salah satu moda first mile dan last mile, didukung oleh pengembangan kawasan berbasis transit (Transit Oriented Development/TOD) serta fasilitas park & ride. Pendekatan ini menjadi bagian dari langkah Jakarta membangun satu sistem transportasi yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat berpindah moda.
KINTO: Solusi Langganan Kendaraan Menuju Mobilitas Terintegrasi
Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan yang dihadirkan KINTO Indonesia melalui layanan Vehicle Subscription dari KINTO hadir sebagai solusi bagi pengguna kendaraan pribadi untuk masuk ke dalam ekosistem mobilitas terkoneksi. Connected Mobility, layanan seperti KINTO One dapat menjadi solusi yang melengkapi perjalanan masyarakat pada tahapan first mile, last mile, maupun park & ride. Sebagai contoh, pengguna dapat memanfaatkan kendaraan melalui KINTO One untuk menuju halte Transjakarta atau stasiun transportasi publik terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi massal.
Sebaliknya, kendaraan juga dapat dimanfaatkan setelah pengguna turun dari transportasi publik untuk mencapai tujuan akhir yang belum terjangkau layanan angkutan umum.

Direktur TAF Ezar Kumendong, mengatakan bahwa perusahaan pembiayaan saat ini tidak lagi hanya berperan menyediakan akses pembiayaan kendaraan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan ekosistem mobilitas nasional yang semakin terintegrasi.
Menurutnya, keberhasilan transformasi mobilitas membutuhkan kolaborasi yang erat antara regulator, operator transportasi publik, industri otomotif, perusahaan pembiayaan, pelaku teknologi, dan masyarakat.
“Kolaborasi lintas industri dan pemangku kepentingan merupakan akselerator transformasi mobilitas Indonesia. Dengan menyatukan peran dan keunggulan masing-masing, kami optimistis dapat menghadirkan ekosistem mobilitas yang semakin terhubung, menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mendukung terwujudnya kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.” Ujar Ezar Kumendong.
Ruang Membangun dan Memperkuat Sinergi
Sesi talkshow ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dihadirkan oleh Astra Financial melalui TAF. Melalui diskusi bersama Transjakarta, Astra Financial menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional melalui solusi keuangan yang terintegrasi, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem mobilitas yang semakin terhubung, inklusif, dan berkelanjutan.
Selama penyelenggaraan GIIAS 2026, pengunjung dan insan media juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang diselenggarakan di booth Astra Financial serta memperoleh informasi mengenai program dan rangkaian kegiatan melalui www.acctafgiias.com.







